Masyarakat
Kota Purwakarta mengenal hewan yang satu ini dari patungnya yang berdiri gagah
dikawasan taman kota Situ Buleud. Hewan gagah yang satu ini tak akan anda
jumpai di kebun binatang manapun. Lalu dimana anda bisa melihatnya secara
langsung ?
Hewan yang
satu ini kami jumpai ketika dalam perjalanan dari desa Sumber menuju Pulau
Peucang. Niat kami berwisata ke Taman Nasional Ujung Kulon karena ingin melihat
secara langsung Badak Jawa di habitat aslinya. Kami sangat beruntung sekali
karena di tengah perjalanan Nakhoda kapal motor yang kami tumpangi melihat
hewan tersebut sedang berjalan di tepi pantai. Perlahan kapal motor kami
mendekat bahkan mesin kapal pun dimatikan karena hewan tersebut sangat peka
sekali akan suara – suara gaduh yang mengganggunya dan juga agar kami bisa menikmati
moment langka tersebut selama mungkin.
Menurut International
Union for Conservation of Nature atau Badan Konservasi Alam
Internasional (IUCN) Badak jawa yang memiliki nama latin Rhinoceros sondaicus sondaicus, masuk dalam
Daftar Merah IUCN, Badak Jawa termasuk dalam daftar baru 100 flora dan fauna
yang paling perlu dilindungi.
Hewan yang satu ini termasuk mamalia yang sangat terancam
punah.
Mari kita kenali sosok badak yang satu ini. Badak jawa
jantan memiliki cula dengan panjang sekitar 25 sentimeter, sementara badak jawa
betina memiliki cula lebih kecil, atau bahkan tidak bercula sama sekali. Bobot
spesies ini bisa mencapai 2.300 kilogram dengan panjang badan dua hingga empat
meter dengan tinggi sekitar 1,5 hingga 2 meter.
Tubuhnya berwarna abu-abu dengan tekstur kulit tidak rata
dan berbintik. Bagian atas bibir badak jawa meruncing, diperkirakan
bentuk itu mempermudah mereka mengambil daun dan ranting. Fase dewasa badak jawa jantan dicapai pada usia sepuluh
tahun. Badak jawa betina dewasa lebih cepat, yakni pada usia lima hingga tujuh
tahun. Sedangkan dalam proses reproduksi, badak jawa betina mengandung selama
15 hingga 16 bulan.
![]() |
Lihat Videonya Disini |
Di masa lalu, badak jawa hampir dapat ditemui di seluruh kawasan
gunung di Jawa Barat. Akibat perburuan liar, jumlah badak jawa menurun drastis.
Menurut data yang dirilis WWF, pada tahun 1960-an jumlahnya hanya 20 hingga 30
ekor saja di Ujung Kulon. Setelah upaya konservasi sepanjang 1967 sampai 1978,
populasinya meningkat hingga dua kali lipat. Namun Menurut data dari Taman
Nasional Ujung Kulon, jumlahnya saat ini hanya 35 ekor saja.
Populasi badak jawa yang
terkonsentrasi di satu area dianggap sangat rentan terhadap kepunahan. Penyakit
dan bencana alam bisa menyebabkan hilangnya seluruh populasi. WWF, bekerja sama
dengan Departemen Kehutanan, Balai Taman Nasional, dan masyarakat lokal,
mengkaji pembuatan habitat kedua. Mereka berusaha membuat populasi baru sambil
tetap melindungi populasi asli di Taman Nasional Ujung Kulon, Jawa Barat.
Akankah kita atau anak cucu kita
di masa yang akan datang bisa melihat langsung Badak Jawa di habitat aslinya ?
Semuanya tergantung kepada kepedulian kita saat ini. Mari Selamatkan Badak Jawa Sebelum Terlambat!
(Asdansbacktonature)
(Asdansbacktonature)
Sumber Gambar :
1. Rhino - My Collections
Tulisan Lain Yang Relevan Dengan Posting Ini :
Jika Anda Merasa Artikel Ini Menarik Dan Bermanfaat Masukan Alamat Email Anda Disini Untuk Berlangganan Melalui Email Secara GRATIS.
Selamatkan badak!!!!!!!!!!!
BalasHapus