Tampilkan postingan dengan label My Ideas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label My Ideas. Tampilkan semua postingan

Kamis, Oktober 31, 2013

Greenerations


Dahulu negeri ini dijajah dan diperbudak oleh bangsa lain. Kekayaan negeri ini mereka ambil dengan menyisakan kemiskinan dan kebodohan. Syukur Alhamdulilaah dengan semangat  nasionalisme para pendahulu kita, mereka bersatu padu untuk mengusir penjajah dari negeri tercinta ini. Berkat Rahmat Tuhan Yang Maha Esa akhirnya negeri ini bisa merdeka, lepas dari belenggu para penjajah.

Enam puluh delapan tahun negeri ini telah merdeka namun ternyata penjajah ini belumlah semuanya pergi. Musuh bangsa ini kini bukan berasal dari negeri yang jauh tapi ternyata berasal dari dalam negeri ini sendiri. Musuh dalam selimut yang jauh lebih berbahaya yang harus kita hadapi bersama. Musuh yang mengambil hak-hak orang kecil di negeri ini. Musuh yang hanya bisa membangun gedung-gedung tinggi tanpa memikirkan alam sekitar.  Musuh yang semena-mena membabat hutan kita tanpa peduli akan kerusakannya. Sudahkah kita mengenali musuh dalam selimut negeri ini ? Ataukah kita sendiri yang memang selama ini berperan menjadi mereka ?

Mahakarya Indonesia

Di beberapa gerai Supermarket di Amerika Serikat kita bisa menemukan jajaran produk-produk makanan yang sehat yang berasal dari negeri ini. Bukan hanya di supermarket tapi di online store yang menjual produk-produk makanan sehat pun produk yang satu ini bisa kita temui.  Produk ini sangat diminati oleh mereka yang ingin tetap sehat namun tetap ingin lebih bersahabat dengan alam. Volcano **** adalah salah satu Mahakarya Indonesia yang mendunia. Produk pangan organic yang satu ini  namanya semakin harum seharum wanginya.

Jenis pangan organik yang satu ini ternyata berasal dari hamparan sawah yang ada di negeri ini.  Tasikmalaya adalah salah satu kabupaten kota di Jawa Barat yang mampu menembus pasar dunia dengan produk pangan organiknya. Beras organic yang dihasilkannya bisa bersaing dengan produk pangan sejenis dari negara lain.


Dahulu kita mungkin masih ingat salah satu acara di televisi yang bernama Dari Desa Ke Desa.  Bung Sambas dengan suaranya yang khas mampu membawakan acaranya dengan baik dan menarik. Penyuluhan pertanian dan keberhasilan para petani dikemas dalam satu acara yang mampu memberikan pencerahan bagi para petani yang lain dan juga kita semua.

Dahulu Program Intensifikasi dan Diversifikasi Pertanian yang di jalankan di negeri ini mampu membuat kita berswasembada pangan. Program Mina Padi yang dijalankan para petani misalnya membuat beras kita pun melimpah dan petani pun semakin sejahtera dengan penghasilan tambahan dari menjual benih ikan yang di pelihara di sawahnya. Namun kini nasib petani semakin tak menentu. Kelangkaan pupuk dan permainan para tengkulak semakin memperburuk semangat para petani kita.


Di negeri ini berbicara tentang sawah dan petani tentu tak lepas dari perbincangan masalah pupuk bersubsidi. Subsidi pupuk adalah subsidi ketiga terbesar yang diberikan pemerintah setelah subsidi minyak dan listrik. Program subsidi pupuk yang diberikan pemerintah sebesar 13,9 triliun untuk  para petani seakan tak mampu untuk menarik hati mereka agar tetap bercocok tanam padi khususnya.  Impor beras pun tak terhindarkan dan hanya segelintir orang yang bisa menikmati keuntungan darinya, sementara para petani kita semakin terjepit nasibnya. Keadaan ini diperparah oleh para oknum yang banyak mengail di air keruh.

Negeri ini orang bilang adalah Zamrud Khatulistiwa, negeri yang subur makmur loh jinawi. Kalau kata Koes Plus sih tongkat kayu dan batu bisa menjadi tanaman. Apapun bisa tumbuh di negeri ini,  ingat..! asal jangan benih korupsi saja yang kita tanam dinegeri ini. Keanekaragaman hayatinya sudah menjadi bagian dari kekayaan hayati dan juga paru-paru dunia .

Jadilah Greenerations

Kini negeri ini sedang menangis, akibat polusi industri dan gas buang kendaraan bermotor membuat pencemaran udara terjadi dimana-mana. Penebangan hutan akibat illegal logging menjadikan kawasan hutan kita semakin sempit. Sementara penurunan permukaan tanah terjadi akibat pembangunan gedung-gedung dan penggunaan air tanah yang berlebihan.

Akankah kelak anak cucu kita nanti masih bisa melihat pantai yang bersih dan indah membiru ? akankah mereka melihat bukit dan gunung yang hijau ? Akankah mereka melihat sungai-sungai yang jernih airnya yang mengairi sawah-sawah hijau mereka ? Dan akankah mereka mendengar merdunya kicauan burung di pagi hari ketika mentari menghangatkan negeri ini ?

Akankah kita bisa melihat lagi hamparan-hamparan permadani hijau sawah kita yang baru ? Ataukah hamparan hijau yang kini ada pun akan perlahan hilang ditelan modernisasi ? Mari kita jaga kelestarian hutan kita, agar ketersediaan air untuk para petani kita bisa terjaga pula. Mari kita dorong pemerintah untuk bisa menjamin dan mengendalikan harga gabah di tingkat petani agar lebih stabil dan terkendali,

Sekaranglah saatnya untuk kita lebih peduli terhadap alam disekitar kita dan  lebih bersinergi dengannya. Negeri ini bukanlah warisan dari nenek moyang kita, tapi merupakan titipan anak cucu kita. Titipan yang harus selalu kita jaga dengan jiwa dan raga sampai akhir hayat kita. Janganlah kita menyia-nyiakan hidup kita dengan tidak menjaga amanah anak cucu kita tersebut

Mari mulai saat ini kita bersatu padu, dengan semangat baru kita bergandeng tangan bersama menyelamatkan negeri ini dari kehancuran. Jadilah bagian dari Greenerations, Generasi yang semakin peduli agar negeri ini semakin hijau. Sekecil apapun tindakan kita untuk lebih bersahabat dengan alam akan sangat berarti bagi generasi yang akan datang. Lakukan apapun yang kita bisa untuk menjadikan negeri ini kembali menjadi hijau dan indah agar merdunya alunan suara desiran angin, kicau burung dan gemericik air kembali memanjakan telinga kita.

Sumber Foto :
1. Simkuring's Collections ( 1,2 & & 4 )
2. www.djisamsoe.com - Adi Wiratmo

Baca Selengkapnya..

Kamis, Oktober 03, 2013

Mentari Dibalik Bromo


Ciptaan Tuhan yang satu ini merupakan bintang terbesar yang ada di sistem tata surya kita. Keelokan rupanya selalu dinanti di setiap pagi dan petang. Pancaran sinarnya ketika dia mulai bangun dari tidurnya begitu indah. Kecerahannya di pagi hari memberikan semangat untuk makhluk-makhluk lain di Bumi ini. Tanpanya kehidupan di Bumi ini tidak akan berwarna, Dialah Sang Mentari yang selalu dinanti.

Begitu banyak orang yang telah terpesona dan terpikat olehnya, bahkan mereka rela mengorbankan waktu, tenaga juga materi yang tidak sedikit  hanya untuk melihat kecantikannya dipagi hari. Berapa banyak orang yang datang bahkan dari negeri yang sangat jauh sekalipun demi menyaksikan detik-detik Sang Mentari bangun dan menampakkan dirinya setelah selimut malam menutupinya.

Salah satu tempat di negeri ini dimana kita bisa melihat dan menyaksikan saat-saat Sang Mentari terbit dan menampakkan keanggunan serta kecantikannya adalah di kawasan Taman Wisata Gunung Bromo. Kawasan Bromo merupakan salah satu  Potret Mahakarya Indonesia , dia begitu dikenal bukan hanya dikalangan wisatawan domestik tapi juga di kalangan wisatawan mancanegara.  Keindahan alam di kawasan Gunung Bromo ditambah dengan budaya dari Suku Tenggernya yang khas menjadikan kawasan ini semakin memperkaya khazanah dunia pariwisata negeri ini. Kawasan Bromo menjadi daya tarik tersendiri  bagi “Sunrise Lovers” untuk berbondong-bondong datang  kesana.

Kawasan Wisata Gunung Bromo bisa ditempuh dari beberapa pintu masuk. Bisa  melalui Probolinggo, Malang (Tumpang) dan Lumajang, Jika  melalui Pasuruan jalan dan treknya relatif lebih mudah. Walau tempat keberangkatan dan pintu masuknya berbeda, namun yang menjadi tujuan utamanya satu yaitu di kawasan Penanjakan. Dengan ketinggian yang lebih tinggi dari Gunung Bromo membuat kawasan ini menjadi sangat strategis untuk menyaksikan momen spesial “Golden Sunrise” dari balik eksotiknya Gunung Bromo.  Kawasan yang terletak di utara Gunung Bromo ini juga berfungsi sebagai pos pantau aktifitas Gunung Bromo yang masih  aktif.


Jika anda belum pergi ke Bromo, di internet banyak sekali Travel Agent yang menyediakan dan menawarkan berbagai paket wisata ke kawasan Bromo, tinggal anda pilih sesuai dengan budgetnya. Ketika aku pergi kesana, aku memakai kendaraan pribadi melalui Kabupaten Probilinggo, tak lupa dijalan aku membeli buah yang banyak untuk persediaan dijalan dan juga disana. Buah yang begitu popular di daerah tersebut, apalagi kalau bukan buah Mangga. Dinginnya suasana di kawasan bromo membuat hasratku ingin menikmati sesuatu untuk menghangatkannya. Mie instan adalah salah satunya. Buah yang tadi kubeli di Probolinggo dikonsumsi disana  sebagai penyeimbang setelah makan makanan yang (tidak) sehat seperti *** instan.

Ketika itu aku bersama rombongan menginap disalah satu rumah penduduk. Aku dan rombongan memilih rumah yang di kamar mandinya tersedia air panas untuk mandi , membersihkan diri dan juga wudlu. Jam 03.30 WIB aku dan rombongan sudah dibangunkan untuk bersiap berangkat menuju Penanjakan. 

Aku dan rombongan berangkat kesana dengan menggunakan mobil hardtop yang kami sewa. Tiba di Penanjakan suasana masih gelap, seiring waktu tempat tersebut begitu ramai oleh para wisatawan yang ingin melihat dan mengabadikan momen indah yang sebentar lagi terjadi. Aku mulai bergabung dengan mereka untuk tujuan yang sama melihat Si Cantik keluar dari peraduannya.

Walau sempat kecewa karena awan hitam dan gerimis mulai datang, namun perjuanganku untuk pergi kesana terbayar sudah. Rupanya Sang Mentari tak ingin mengecewakan penggemarnya, awan hitam mulai beranjak pergi dan gerimispun berhenti.  Perlahan tapi pasti Sang Mentari mulai menampakkan dirinya, itulah saat-saat yang paling berkesan bagiku dan bagi  para wisatawan yang hadir disitu.  Riuhnya tepukan tangan dan sorakan serta teriakan mereka mengiringi pagi yang indah itu.




Setelah puas menikmati Sang Mentari, saatnya untuk menuju “The Sand of Sea “. Disini lauatan pasir ini aku menikmati keindahan yang luar biasa. Tak puas sampai disitu aku melanjutkan perjalanan menuju puncak Bromo.  Rasanya tak sempurna jika pergi ke puncak  dengan menaiki kuda yang banyak disewakan disana, kuputuskan untuk berjalan kaki dari lautan pasir itu menuju puncak Bromo. Keindahan kawasan Bromo begitu menghipnotisku. Walau lelah namun setelah sampai di puncak hilang semua cape dan letih ini. 


Ingin rasanya berlama-lama dikawasan tersebut, namun bau gas belerang  menusuk hidungku dan membuatku turun untuk kembali ke lautan pasir.  Satu lagi tempat yang aku kunjungi di kawasan wisata Gunung Bromo adalah kawasan  Padang Savana. Hamparannya yang hijau membuat mata ini betah berlama-lama menatapnya. Udara yang mulai hangat dan hembusan angin savanna serta udara yang begitu sejuk dan segar menjadikan pagi itu begitu sempurna. 


Sang Mentari pun mulai meninggi , saat itu pulalah Sunrise Lovers mulai berangsur pergi. Sedikir demi sedikit mereka pergi meninggalkan kawasan indah tersebut dengan membawa kenangan yang takkan terlupakan.

Tips Berwisata Ke Bromo

1. Bawa makanan yang sehat seperti buah dan madu. Buah untuk membantu menetralisir efek buruk dari makanan instan yang kita konsumsi. Madu berguna sebagai sumber energi yang komplit dan mudah dibawa.

2. Untuk berjaga-jaga bawalah selalu persediaan obat yang cukup bagi mereka yang mempunyai keluhan penyakit. 

3. Kenakan pakaian hangat seperti jaket atau sweeter, syal, sarung tangan dan kaus kaki untuk mengantisipasi udara dingin pegunungan.

4. Gunakan sepatu atau sandal yang nyaman dan tidak licin untuk trekking.

5. Usahakan membawa tempat minum kecil yang bisa menyimpan air hangat untuk minum. Tempat minum tersebut bisa menjadi teman hangat kita ditengah dinginnya pagi. 

6. Bagi wisatawan yang beragama Islam sebaiknya berwudlulah terlebih dahulu sebelum meninggalkan penginapan menuju Penanjakan. Biasanya dipenginapan tersedia air hangat untuk keperluan tersebut, sebab di Penanjakan hanya tersedia air dingin untuk berwudlu. Ingat…! Jangan sampai karena kita ingin melihat Cantiknya Sang Mentari, kita lupa kewajiban kita menunaikan Sholat Shubuh.

7. Bawalah kantong plastik sebagai tempat sampah. Masukkan sisa makanan atau kemasan  makanan atau apapun yang bisa mengotori lingkungan di kawasan wisata kedalam kantong plastik yang kita bawa tersebut. Buanglah nanti jika kita sudah menemukan tempat sampah yang sebenarnya.  Jangan bawa apapun termasuk bunga Edelweis dari kawasan tersebut dan jangan tinggalkan apapun kecuali jejak kaki kita dan kenangan indah di benak kita. Mari kita jaga kawasan wisata dimanapun agar selalu bersih. Biarkan  Potret Mahakarya Indonesia  ,   ini Tetap Indah Dan Lestari Sebagai Titipan Anak Cucu Kita Nanti.


8. Senjata yang wajib dibawa adalah Kamera dan atau Handycam.  Jangan sampai kita datang ke sana dan pulang tanpa membawa kenangan-kenangan serta momen-momen indah yang terjadi sepanjang pagi itu. Abadikanlah semuanya dan kenalkanlah pada dunia. Seperti halnya pada Dji Sam Soe Potret Mahakarya Indonesia.



Kini nikmatilah oleh-olehku yang kubawa dari sana.  

Kawasan Pinus di Penanjakan

Bermandikan Embun
Gunung Batok

Gunung Bromo 

Bibir Bromo


Dari Puncak Bromo


Posko

Pure
Menunggu Penumpang

Action

Tulisan ini terinspirasi oleh foto karya Mas Budi Sugiharto yang berjudul Terpikat Bromo.  Wahai dunia inilah salah satu  Potret Mahakarya Indonesia ,  Mari Datang Ke Jawa Timur -  Indonesia dan Nikmatilah Keindahan Kawasan Wisata Gunung Bromo!

Sumber Foto  :
1. http://www.djisamsoe.com, Terpikat Bromo - Budi Sugiharto
2. http://asdansbacktonature.blogspot.com, My Collections - Asep dana Setiawan

Tulisan yang relevan, :

Baca Selengkapnya..

Selasa, Maret 20, 2012

Makan Enak, Nikmat dan Smart Bersama Sotoji


Kurang lebih sebulan ini nama Sotoji menjadi topik yang lumayan hangat dikalangan para Blogger. Sesaat mengalahkan dominasi makanan-makanan cepat saji lainnya yang sejenis. Sotoji merupakan salah satu makanan alternatif yang punya nilai lebih karena bahan-bahan pendukung lainnya yang sangat bermanfaat untuk kesehatan.

Sotoji memang ingin tampil beda dengan yang lain, sebut saja campuran jamur tiram (Pleurotus ostreatus) yang dipercaya sangat baik untuk kesehatan tubuh. Dengan segudang manfaat yang dikandung jamur tiram diharapkan konsumen bukan hanya mendapatkan makanan yang lezat tapi juga bisa mendapatkan manfaat lebih untuk kesehatan tubuhnya.

Sebenarnya saya sendiri sempat heran dan ragu, apakah Sotoji ini sejenis makanan instan lain semisal bihun kuah “rasa soto” dengan tambahan jamur tiram ataukah bentuk dan jenis lain dari “soto” ? Anyway apapun nama, bentuk dan rasanya sotoji bisa dijadikan alternatif makanan instan lain yang bisa menggugah selera makan kita.

Anyone Can Cook


Kalau cara memasak Sotoji sebenarnya sih gampang banget. Kata Chef Gusteau yang ada di film Ratatouille sih “Anyone Can Cook”. Siapa saja pasti bisa memasaknya karena petunjuk memasaknya jelas bangets, tinggal kreasi dari setiap orang yang memasaknya saja yang pasti berbeda satu sama lain.

Sotoji dengan campuran jamur tiram yang mempunyai segudang manfaat tentu tidak serta merta menyembuhkan penyakit dan menyehatkan tubuh kita. Dengan jumlah jamur yang cuma segitu, utk dosis terapi ya nggak cukuplah. Buat nurunin berat badan ? ya nggak jugalah apalagi kalo makan sotojinya nambah terus (karena keenakan). Untuk mencapai tubuh ideal dan sehat tentu bukan dengan makan sotoji yang berjamur tiram itu saja, tapi dengan menjadikan pola hidup dan makan yang sehat serta berolah raga yang teratur menjadi “trade mark” kita. Konsumsi ”Sabu” (sayur dan buah) yang maksimal, kurangi konsumsi makanan-makanan yang mengandung gula dan garam tinggi, minyak yang berlebih serta pengawet, penyedap dan perasa sintetis. Semoga Semua produk Sotoji tidak menggunakan bahan-bahan sintetis seperti itu.

Agar makan Sotoji menjadi lebih enak tentu kita juga harus Smart. Bagi yang suka sayuran lebih tentu jika memasak Sotoji banyakin sayurannya, bisa tambah sayuran hijau bisa juga tambah sayuran-sayuran lain yang berwarna warni agar lebih menggugah selera tentunya. Karena Tuhan menciptakan berbagai sayuran dengan bentuk dan warna yang bermacam-macam tentu dengan manfaat yang beragam pula.

So selain bisa menikmati lezatnya Sotoji kita juga minimal bisa menambah asupan sayuran sehat untuk tubuh kita. Ingat kalau kita sayang tubuh jangan manjakan lidah, bukan hanya lidah yang kita beri makan tapi juga tubuh kitapun memerlukannya. Jadi jangan lupa jika memasak Sotoji tambahkan sayur-sayuran lain agar lebih bermanfaat bagi tubuh kita.


Sotoji Mori

Jika anda mengunjungi blog ini tentu nggak asyik kalau tidak ngomongin Back To Nature atau Go Green. Kalaulah Sotoji memang ingin tampil beda dengan makanan sejenis yang sudah ada, kenapa tidak total saja “berani tampil bedanya “.? Kemasan Sotoji yang dominan plastik walau “food grade” tapi tentu lama kelamaan bisa mengganggu ekosistem alam. Karena seperti kita tahu sampah plastik baru bisa terurai setelah ribuan tahun. Agar hal itu tidak terjadi alangkah baiknya jika pada kemasan Sotoji tertulis himbauan agar konsumen bisa memanfaatkan sampah plastik Sooji untuk hal-hal yang lebih bermanfaat.

Kemasan bekas Sotoji bisa dibuat tas, stationary, hiasan dinding, merchandise atau benda-benda lain yang lebih bermanfaat. Mungkin Sotoji bisa mewadahi kreasi konsumen tersebut dengan membuka Toko online/offline yang bisa menjual produk-produk tersebut. Produk-produk Go Green tersebut bisa juga dijual dikalangan blogger dan kalangan netter laninnya. Dengan begitu Sotoji dan komunitas setianya ikut serta untuk lebih Go Green.Kira-kira bisa tidak ya Sotoji menyisihkan beberapa rupiah dari setiap penjualan satu kemasan Sotoji untuk program Go Green? Coba kalikan beberapa rupiah tersebut dengan jumlah Sotoji yang terjual setiap harinya. Berapa jumlahnya dalam satu bulan dan berapa jumlahnya dalam satu tahun ? Banyak sekali kan ? Ingat dengan progran Go Green tersebut manfaatnya bukan hanya dirasakan oleh generasi sekarang tapi juga generasi yang akan datang, generasi anak dan cucu kita.

Dengan uang hasil menyisihkan tersebut, Sotoji bisa membuat Sotoji Green Park, Sotoji Forest – Sotoji Mori. Jika dicanangkan dari sekarang tentu sepuluh atau dua puluh tahun kedepan bukan tidak mungkin hal tersebut bisa terwujud. Sotoji Green Park misalnya bisa menjadi tempat atau pusat “study” dan juga tempat rekreasi yang lebih bersahabat dengan alam. Program “study” yang diadakan misalnya berisi tentang program-program go green mulai dari pemanfaatan kemasan plastik bekasnya, pengembangan jamur tiramnya juga sekalian prospek berwira usaha jamur tiramnya. Dengan demikian Sotoji juga secara tidak langsung membantu masyarakat untuk belajar berwira usaha. Kedepannya wirausahawan jamur tiram tersebut bisa menjadi mitra Sotoji.

Bisa juga menjadi pusat pelatihan bagi mereka yang ingin “berkarir” dengan Sotoji. Dengan dukungan Sotoji masyarakat bisa membuka kedai-kedai Sotoji atau menjadi pedagang keliling –Sotoji siap saji, so bukan hanya tukang bakso atau mie ayam saja yang bisa berkeliling tapi juga kedai sotoji keliling juga bisa. O ya Sotoji juga bisa mewadahi komunitasnya untuk mengumpulkan bekas kemasan Sotoji agar bisa dimanfaatkan untuk hal-hal yang lebih bermanfaat.

Oke itu dulu reviewnya semoga bermanfaat. Mulai sekarang Yuk kita makan enak dan smart bersama Sotoji . Be Smart dan Go Green Sotoji!


(Asdansbacktonature)

Sumber Gambar :

1. Sotoji - My Collections

2. Gusteau - Pixar Animation

3. Sotoji Asyik - My Collections

4. Reuse Reduce Recycle - http://www.cupofjoe.tv

4. Go Green - http://therecycletimes.com

Kumpul Blogger Disini Tempatnya










Jika Anda Merasa Artikel Ini Menarik Dan Bermanfaat Masukan Alamat Email Anda Disini Untuk Berlangganan Melalui Email Secara GRATIS.

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner


Tulisan Lain Yang Relevan Dengan Posting Ini :

Walimari

Wedding Green Party

Jadikan Hutan Indonesia Hijau Dan Unik

Nasionalisme Hijau


Baca Selengkapnya..

Minggu, Desember 26, 2010

XL Green Forest

Lamun aya nu ngaku
Nyaah ka anak incu
Tapi leuweung digundulan
Jeung teu dipelakan deui
Eta pasti bohong…

Lamun aya nu ngaku Nyaah ka anak incu
Tapi daerah resapan air
Diparake bangunan wae
Eta pasti bohong…

Lamun aya nu ngaku
Nyaah ka anak incu
Gawe ngan ngaruksak
Kabur tina tanggung jawab
Eta pasti bohong…

Sabab lamun urang nyaah ka anak incu
Piraku urang rek ngawariskeun alam
Anu geus ruksak ka anak incu ?

Piraku urang rek ngawariskeun
Gunung anu geus gararundul ka anak incu ?
Piraku urang rek ngawariskeun
Laut anu geus kalalotor ka anak incu ?
Piraku….

Lamun nyaah mah ulah diraruksak,
Wariskeuneun ka anak incu urang eta teh
Omat ulah diruksak


Kutipan sebagian lirik lagu Bohong yang dipopulerkan oleh Doel Sumbang diatas pada intinya mengingatkan kita bahwa jika kita memang sayang sama anak dan cucu kita, tidak mungkin kita melakukan tindakan-tindakan tidak bertanggungjawab dengan merusak hutan dan alam di sekitar kita.

Negeri kita Indonesia merupakan zamrud khatustiwa, negeri yang subur dan indah. Negeri yang penduduknya dimanjakan oleh Sang Maha Pencipta dengan kekayaan hayatinya yang begitu berlimpah. Bahkan Koes Plus mengabadikan keindahan dan kesuburan negeri kita Indonesia dalam syair lagunya, Orang bilang tanah kita tanah surga, Tongkat kayu dan batu jadi tanaman.

Namun apakah kini keadaan itu masih relevan ? Hutan kita kini semakin sempit, gunung dan bukit sudah tak hijau lagi, kicauan burung hampir tak terdengar lagi, illegal logging sudah tak terkendali, tanah kita pun semakin tandus, tangan-tangan setan telah merenggut hak-hak anak cucu kita untuk memiliki bukit dan gunung yang hijau, tanah yang subur dan tidak tercemar, juga udara yang bersih serta sehat. Akankah kita mewariskan alam yang rusak dan sudah tak indah lagi untuk anak cucu kita ? Semoga tidak.


Tower Forest


Pertumbuhan pengguna telepon seluler yang kian hari semakin bertambah jumlah dan cakupannya, telah menuntut para provider seluler untuk semakin melebarkan sayapnya jauh ke pelosok negeri. Begitu pula PT XL Axiata agar sinyal yang diterima oleh pelanggan semakin jernih tentu harus menambah tower/menara Base Transceiver Station (BTS) sampai ke pedalaman.


Dengan semakin banyaknya pemain di sektor telekomunikasi seluler di Indonesia, maka semakin banyak pula “ hutan baru “ negeri ini. Hutan dengan pohon-pohon yang berdaun antena dan berbatang besi. Tower/menara BTS kini semakin banyak bermunculan. Kabarnya di Jakarta saja terdapat lebih dari 3.400 tower/menara seluler. Jika dihitung di seluruh Indonesia, menara BTS sudah mencapai lebih dari 35.000 unit.


Akankah mereka mengedepankan ego dan tidak mau berbagi ? Bukankah dengan berbagi tower/menara BTS para operator seluler bisa lebih menghemat? Satu tower tidak lagi untuk satu operator seluler, tapi bisa beberapa operator seluler. Dengan demikian sejumlah tower/menara yang sudah tidak terpakai, bisa dimanfaatkan dan dipindahkan ke daerah yang belum terjangkau sinyal seluler, sehingga area blank spot pun semakin kecil. Dengan demikian sektor perekonomian di pedalaman pun akan banyak terbantu dan merasakan manfaat kecanggihan teknologinya.


Pendirian tower/menara BTS haruslah melihat sisi-sisi administrasi, lingkungan dan juga budaya. Sehingga sejumlah polemik tentang pendirian dan pembongkaran tower/menara BTS nantinya sudah tak ada lagi. Kita tak ingin mendengar lagi ada tower/menara BTS yang tidak memperhatikan lingkungan sekitar dan dibangun tanpa kelengkapan persyaratan IMB dan HO. Kita juga tak ingin mendengar lagi ada tower/menara BTS yang sudah habis masa kontraknya namun masih tetap berdiri dan beroperasi.


Dengan jumlah tower/menara BTS XL yang kini mencapai lebih dari 21.650, mari mulai saat ini XL mempelopori gerakan One Tower Together, Green Tower Together. Sinar matahari, angin juga unsur-unsur alam sekitar bisa dimanfaatkan untuk menunjang operasional satu Green Tower. Dengan satu tower/menara yang lebih ramah lingkungan untuk bersama, maka Green Indonesia akan semakin cepat terwujud.


XL Go Green Go Paperless



Pelanggan XL Pasca bayar kini bisa membantu mewujudkan Hutan Indonesia kembali hijau. Mari dukung XL dengan berpartisipasi mulai dari sekarang dalam program XL GO GREEN GO PAPERLESS. Berusaha mengurangi penggunaan kertas secara tidak langsung mengurangi penebangan hutan sehingga kelestarian lingkungan hidup lebih terjaga. Untuk mengetahui rincian dan jumlah tagihan XL nya, Pelanggan Pasca Bayar XL khususnya bisa berpartisipasi dengan cara yang lebih ramah lingkungan. Ayo daftarkan tagihan XL Pasca Bayar kita melalui Email Billing dan atau Web Billing.


Apakah langkah itu saja cukup untuk membuat hutan kita kembali menjadi hijau dan juga rimbun ? Tentu tidak. Bagaimana jika XL meniru konsep Walimari yang diterapkan di sekolah penulis ketika SMP dulu? Ya dengan mulai menyisihkan beberapa rupiah setiap hari secara konsisten untuk ditabung dan selanjutnya membuat hutan kita menjadi hijau kembali.


Ada satu mimpiku tentang XL, kira-kira XL bisa nggak ya mewujudkannya ? Mimpiku… suatu saat ada sebuah hutan di Indonesia yang bernama “ XL Green Forest “. Bentuknya jika dilihat dengan mata telanjang dari bulan tentu saja berbentuk logo XL sekarang ini. Berarti…. Lebar hutannya minimal harus 110 km dan panjangnya harus… sekian km . Luas juga kalau begitu hutannya. Tapi nggak harus sebesar atau seluas itu juga gak apa-apa dech, lagian siapa juga yang mau pergi ke bulan hanya untuk melihat dengan mata telanjang XL Green Forest. Eee siapa tahu suatu saat memang ada orang yang mungkin mau begitu trus sambil disana nelpon, sms an juga internetan pake XL, gak mungkin kalee…. Tapi karena sinyal XL jernih kualitasnya gak ada yang gak mungkin, bukan begitu XL ? 


Kemudian darimana biayanya agar XL bisa menanam pohon dan membuat sebuah hutan ? Gampang….. seperti konsep Walimari diatas, sisihkan saja oleh XL satu atau beberapa rupiah setiap harinya dari setiap biaya sms, telepon, internet untuk dikumpulkan. Sedikit demi sedikit, lama-lama kan menjadi (hutan) ber bukit.


Coba hitung… berapa trafik sms pelanggan XL per harinya ? berapa menit pelanggan XL telepon per harinya ? berapa kilobyte pelanggan XL internetan per harinya ? Coba berapa jumlah perharinya pada saat before n after Lebaran ? Banyak kan….? Saya yakin jika XL berkomitmen penuh, kita-kita sebagai pelanggan setia XL pasti gak keberatan dan akan mendukung penuh. Dalam beberapa tahun kedepan hutan yang kita impikan saya yakin akan terwujud.


Mengutip berita dari http://www.tempointeraktif.com, Mari coba kita hitung-hitung, pada Hari Raya Idul Fitri tahun 2010 kemarin saja jumlah pesan pendek (sms) XL sebanyak 587 juta, Percakapan suara mencapai 670 juta menit. Sedangkan lalu lintas data mencapai 9,9 terabyte. Ditambah lagi jika pelanggan XL yang targetnya 40 jt di akhir tahun ini ikut juga membantu dengan menyisihkan sebagian uangnya untuk progran XL Green Forest. Belum ditambah pemasukan dari program-program sms premium.


Kalikan saja misalnya angka-angka diatas dengan Rp.1,- (satu rupiah) per 1 sms untuk pesan pendek biasa yang terkirim atau per 1 Mb atau Rp.5,- (lima rupiah) per 1 menit untuk percakapan telepon. Berarti dalam hari lebaran saja kurang lebih bisa terkumpul uang sebanyak 1 X 587 juta plus 5 X 670 juta plus 1 X 9,9 jt. Ehm… banyak juga kan jumlahnya ? Itu satu hari di hari lebaran saja lho, coba dalam setahun atau beberapa tahun, hitung sendiri aja deh.


Kita harus yakin XL Green Forest yang kita cita-citakan akan segera terwujud. Seperti halnya XL, dengan tekad, usaha dan kerja keras serta tetap semangat XL pun bisa melampaui targetnya dengan mencatat jumlah pelanggan 38,5 juta pada bulan September kemarin, padahal targetnya kan tahun ini cuma 35 – 36 juta pelanggan saja.


Bukan hanya kita nantinya yang bisa menikmati indah dan rindangnya XL Green Forest, tapi juga anak cucu kita kelak. Jangan bilang kita sayang anak cucu kita jika kita sampai saat ini masih menghambur-hamburkan kertas yang berdampak gundulnya hutan kita.


Mari dukung XL untuk mewujudkan Indonesia Hijau. XL Go Green Go Paperless.


Asdansbacktonature


Foto diambil dari :

  1. My Collectons ( Foto 1, 2 dan 4 )
  2. http://www.xl.co.id ( Foto 3 dan 5 )


Kumpul Blogger ya Disini Tempatnya






Tulisan Lain Yang Relevan Dengan Posting Ini :


Walimari

Wedding Green Party

Nasionalisme Hijau

Jadikan Hutan Indonesia Hijau Dan Unik

Baca Selengkapnya..