Tampilkan postingan dengan label Coretan Pinggir Kali. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Coretan Pinggir Kali. Tampilkan semua postingan

Selasa, Maret 20, 2012

Makan Enak, Nikmat dan Smart Bersama Sotoji


Kurang lebih sebulan ini nama Sotoji menjadi topik yang lumayan hangat dikalangan para Blogger. Sesaat mengalahkan dominasi makanan-makanan cepat saji lainnya yang sejenis. Sotoji merupakan salah satu makanan alternatif yang punya nilai lebih karena bahan-bahan pendukung lainnya yang sangat bermanfaat untuk kesehatan.

Sotoji memang ingin tampil beda dengan yang lain, sebut saja campuran jamur tiram (Pleurotus ostreatus) yang dipercaya sangat baik untuk kesehatan tubuh. Dengan segudang manfaat yang dikandung jamur tiram diharapkan konsumen bukan hanya mendapatkan makanan yang lezat tapi juga bisa mendapatkan manfaat lebih untuk kesehatan tubuhnya.

Sebenarnya saya sendiri sempat heran dan ragu, apakah Sotoji ini sejenis makanan instan lain semisal bihun kuah “rasa soto” dengan tambahan jamur tiram ataukah bentuk dan jenis lain dari “soto” ? Anyway apapun nama, bentuk dan rasanya sotoji bisa dijadikan alternatif makanan instan lain yang bisa menggugah selera makan kita.

Anyone Can Cook


Kalau cara memasak Sotoji sebenarnya sih gampang banget. Kata Chef Gusteau yang ada di film Ratatouille sih “Anyone Can Cook”. Siapa saja pasti bisa memasaknya karena petunjuk memasaknya jelas bangets, tinggal kreasi dari setiap orang yang memasaknya saja yang pasti berbeda satu sama lain.

Sotoji dengan campuran jamur tiram yang mempunyai segudang manfaat tentu tidak serta merta menyembuhkan penyakit dan menyehatkan tubuh kita. Dengan jumlah jamur yang cuma segitu, utk dosis terapi ya nggak cukuplah. Buat nurunin berat badan ? ya nggak jugalah apalagi kalo makan sotojinya nambah terus (karena keenakan). Untuk mencapai tubuh ideal dan sehat tentu bukan dengan makan sotoji yang berjamur tiram itu saja, tapi dengan menjadikan pola hidup dan makan yang sehat serta berolah raga yang teratur menjadi “trade mark” kita. Konsumsi ”Sabu” (sayur dan buah) yang maksimal, kurangi konsumsi makanan-makanan yang mengandung gula dan garam tinggi, minyak yang berlebih serta pengawet, penyedap dan perasa sintetis. Semoga Semua produk Sotoji tidak menggunakan bahan-bahan sintetis seperti itu.

Agar makan Sotoji menjadi lebih enak tentu kita juga harus Smart. Bagi yang suka sayuran lebih tentu jika memasak Sotoji banyakin sayurannya, bisa tambah sayuran hijau bisa juga tambah sayuran-sayuran lain yang berwarna warni agar lebih menggugah selera tentunya. Karena Tuhan menciptakan berbagai sayuran dengan bentuk dan warna yang bermacam-macam tentu dengan manfaat yang beragam pula.

So selain bisa menikmati lezatnya Sotoji kita juga minimal bisa menambah asupan sayuran sehat untuk tubuh kita. Ingat kalau kita sayang tubuh jangan manjakan lidah, bukan hanya lidah yang kita beri makan tapi juga tubuh kitapun memerlukannya. Jadi jangan lupa jika memasak Sotoji tambahkan sayur-sayuran lain agar lebih bermanfaat bagi tubuh kita.


Sotoji Mori

Jika anda mengunjungi blog ini tentu nggak asyik kalau tidak ngomongin Back To Nature atau Go Green. Kalaulah Sotoji memang ingin tampil beda dengan makanan sejenis yang sudah ada, kenapa tidak total saja “berani tampil bedanya “.? Kemasan Sotoji yang dominan plastik walau “food grade” tapi tentu lama kelamaan bisa mengganggu ekosistem alam. Karena seperti kita tahu sampah plastik baru bisa terurai setelah ribuan tahun. Agar hal itu tidak terjadi alangkah baiknya jika pada kemasan Sotoji tertulis himbauan agar konsumen bisa memanfaatkan sampah plastik Sooji untuk hal-hal yang lebih bermanfaat.

Kemasan bekas Sotoji bisa dibuat tas, stationary, hiasan dinding, merchandise atau benda-benda lain yang lebih bermanfaat. Mungkin Sotoji bisa mewadahi kreasi konsumen tersebut dengan membuka Toko online/offline yang bisa menjual produk-produk tersebut. Produk-produk Go Green tersebut bisa juga dijual dikalangan blogger dan kalangan netter laninnya. Dengan begitu Sotoji dan komunitas setianya ikut serta untuk lebih Go Green.Kira-kira bisa tidak ya Sotoji menyisihkan beberapa rupiah dari setiap penjualan satu kemasan Sotoji untuk program Go Green? Coba kalikan beberapa rupiah tersebut dengan jumlah Sotoji yang terjual setiap harinya. Berapa jumlahnya dalam satu bulan dan berapa jumlahnya dalam satu tahun ? Banyak sekali kan ? Ingat dengan progran Go Green tersebut manfaatnya bukan hanya dirasakan oleh generasi sekarang tapi juga generasi yang akan datang, generasi anak dan cucu kita.

Dengan uang hasil menyisihkan tersebut, Sotoji bisa membuat Sotoji Green Park, Sotoji Forest – Sotoji Mori. Jika dicanangkan dari sekarang tentu sepuluh atau dua puluh tahun kedepan bukan tidak mungkin hal tersebut bisa terwujud. Sotoji Green Park misalnya bisa menjadi tempat atau pusat “study” dan juga tempat rekreasi yang lebih bersahabat dengan alam. Program “study” yang diadakan misalnya berisi tentang program-program go green mulai dari pemanfaatan kemasan plastik bekasnya, pengembangan jamur tiramnya juga sekalian prospek berwira usaha jamur tiramnya. Dengan demikian Sotoji juga secara tidak langsung membantu masyarakat untuk belajar berwira usaha. Kedepannya wirausahawan jamur tiram tersebut bisa menjadi mitra Sotoji.

Bisa juga menjadi pusat pelatihan bagi mereka yang ingin “berkarir” dengan Sotoji. Dengan dukungan Sotoji masyarakat bisa membuka kedai-kedai Sotoji atau menjadi pedagang keliling –Sotoji siap saji, so bukan hanya tukang bakso atau mie ayam saja yang bisa berkeliling tapi juga kedai sotoji keliling juga bisa. O ya Sotoji juga bisa mewadahi komunitasnya untuk mengumpulkan bekas kemasan Sotoji agar bisa dimanfaatkan untuk hal-hal yang lebih bermanfaat.

Oke itu dulu reviewnya semoga bermanfaat. Mulai sekarang Yuk kita makan enak dan smart bersama Sotoji . Be Smart dan Go Green Sotoji!


(Asdansbacktonature)

Sumber Gambar :

1. Sotoji - My Collections

2. Gusteau - Pixar Animation

3. Sotoji Asyik - My Collections

4. Reuse Reduce Recycle - http://www.cupofjoe.tv

4. Go Green - http://therecycletimes.com

Kumpul Blogger Disini Tempatnya










Jika Anda Merasa Artikel Ini Menarik Dan Bermanfaat Masukan Alamat Email Anda Disini Untuk Berlangganan Melalui Email Secara GRATIS.

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner


Tulisan Lain Yang Relevan Dengan Posting Ini :

Walimari

Wedding Green Party

Jadikan Hutan Indonesia Hijau Dan Unik

Nasionalisme Hijau


Baca Selengkapnya..

Selasa, Desember 21, 2010

Nasionalisme Hijau


Negeri kita Indonesia merupakan salah satu Negara tropis yang sangat indah. Negeri yang sangat subur dengan keanekaragaman flora dan fauna yang sangat kaya. Ribuan jenis flora tumbuh di negeri ini namun belum semuanya bisa termanfaatkan secara maksimal. Orang bilang tanah kita tanah surga, tongkat kayu dan batu jadi tanaman, begitu kata Koes Plus.

Kini negeri ini sedang menangis, akibat polusi industri dan gas buang kendaraan bermotor pencemaran udara terjadi dimana-mana. Penebangan hutan akibat illegal logging menjadikan kawasan hutan kita semakin sempit. Sementara penurunan permukaan tanah terjadi akibat pembangunan gedung-gedung dan penggunaan air tanah yang berlebihan.

Akankah kelak anak cucu kita nanti masih bisa melihat pantai yang bersih dan indah membiru ? akankah mereka melihat bukit dan gunung yang hijau ? Akankah mereka melihat sungai-sungai yang jernih airnya ? Dan akankah mereka mendengar merdunya kicauan burung di pagi hari ketika mentari menghangatkan negeri ini ?


Sekaranglah saatnya untuk kita lebih peduli terhadap alam disekitar kita. Sekaranglah saatnya untuk kita hidup lebih bersinergi dengan alam. Negeri ini bukan warisan dari nenek moyang kita, tapi merupakan titipan anak cucu kita. Titipan yang harus selalu kita jaga dengan jiwa dan raga sampai akhir hayat kita. Janganlah kita menyia-nyiakan hidup kita dengan tidak menjaga amanah dari anak cucu kita.


Musuh Dalam Selimut

Dahulu negeri ini dijajah dan diperbudak oleh bangsa lain. Kekayaan negeri ini mereka ambil dengan menyisakan kemiskinan dan kebodohan. Syukur Alhamdulilaah dengan rasa nasionalisme para pendahulu kita mereka bersatu padu untuk mengusir penjajah dari negeri tercinta ini. Berkat Rahmat Tuhan Yang Maha Esa akhirnya negeri ini bisa merdeka, lepas dari belenggu para penjajah.

Enam puluh lima tahun negeri ini telah merdeka namun ternyata penjajah ini belum semuanya pergi. Musuh bangsa ini kini bukan berasal dari negeri yang jauh tapi ternyata berasal dari dalam negeri ini sendiri. Musuh dalam selimut yang jauh lebih berbahaya yang harus kita hadapi bersama. Musuh yang mengambil hak-hak orang kecil di negeri ini. Musuh yang hanya bisa membangun gedung-gedung tinggi tanpa memikirkan alam sekitar dan musuh yang semena-mena membabat hutan kita tanpa peduli akan kerusakannya. Sudahkah kita mengenali musuh dalam selimut negeri ini ? Ataukah kita sendiri yang memang selama ini berperan menjadi mereka ?

Mari mulai saat ini kita bersatu padu, dengan semangat nasionalisme kita bergandeng tangan bersama menyelamatkan negeri ini dari kehancuran. Lakukan apapun yang kita bisa untuk menjadikan negeri ini kembali menjadi hijau dan indah agar merdunya alunan suara desiran angin, kicau burung dan gemericik air kembali memanjakan telinga kita.


Corporate Social Responsibility

Salah satu tempat wisata terbesar dan terbaik kebanggaan masyarakat Jakarta khususnya dan Indonesia pada umumnya adalah Taman Impian Jaya Ancol. Ancol sebut saja begitu kini bukan hanya menjadi tujuan wisata wisatawan dalam negeri saja tapi juga wisatawan mancanegara. Dengan konsisten menjadi diri sendiri dan tidak “latah” ikut-ikutan dengan membangun area wisata yang berbau barat seperti Disneyland dan Universal Studio, Ancol melangkah dengan pasti menuju masa depan.

Ancol tidak hanya menjadi tempat rekreasi dan resort pilihan melainkan pula sebagai tujuan wisata kuliner, seni budaya, edutainment dan entertainment outdoor venue tepi pantai dalam kota Jakarta. Sampai kapankah Ancol akan bertahan ? Apakah 10 tahun, 50 tahun ataukah 100 tahun lagi ? Ataukah Ancol akan hancur seiring hancurnya Bumi ini karena bencana?

Akankah Ancol bertahan selama itu ? ataukah akan lenyap secara perlahan namun pasti ? Seiring dengan semakin turunnya permukaan tanah kota Jakarta, naiknya permukaan air laut, datangnya banjir karena “kiriman” dari Puncak Bogor atau karena hujan lebat ditambah saluran drainase yang jelek , diburuk dengan semakin bertumpuknya sampah dan pembangunan serta tata kota yang salah bukan tidak mungkin hal itu akan terjadi

Misi Ancol sendiri untuk menjadi perusahaan pengembang properti dengan kawasan wisata terpadu terbesar dan terbaik di Asia Tenggara yang memiliki jaringan sentra rekreasi terluas pada tahun 2015 rasanya tidak akan berarti tanpa menberikan “sesuatu yang berarti “ untuk lingkungan sekitar dan alam negeri ini. Dengan program Corporate Social Responsibility (CSR) yang dicanangkan, Ancol berbagi untuk masyarakat dan alam sekitarnya.

Program CSR yang pernah Ancol lakukan adalah Ancol Sayang Lingkungan dan juga Teens Go Green. Namun Ancol jangan cepat merasa puas dengan hal itu. Jika Ancol melakukan sesuatu yang lebih “kreatif” bukan hanya berfikir “kreatif”, Ancol akan tetap diingat dan ada dihati, bukan hanya oleh generasi kini tapi juga generasi yang akan datang


Ancol Green Forest


Rasa nasionalisme bisa kembali kita bangun bersama termasuk melalui Area Wisata Ancol ini. Mulailah saat ini juga untuk sedikit berkorban demi anak cucu kita kelak. Sisihkanlah rizki yang kita punya secara kontinyu dan berkesinambungan untuk mewujudkan harapan generasi yang akan datang kelak. Walau jumlahnya sedikit tapi jika dilakukan secara terus-menerus dan bersama sama maka semua itu akan menjadi mudah. Ya! kini saatnya kita menabung untuk bangsa ini, saatnya kita menabung untuk kembali menghijaukan gunung dan bukit kita, saatnya kita menabung untuk menjadikan laut kita tetap indah sampai dunia ini berakhir.

Mungkin kita bisa memulainya seperti waktu penulis sekolah di SMP dulu. Program Walimari lahir dari rasa kebersamaan kita pada waktu itu untuk satu cita-cita yaitu mempunyai satu gedung serbaguna yang memadai untuk berbagai kegiatan sekolah. Dengan mengumpulkan uang dua puluh lima rupiah per hari per siswa, setelah beberapa tahun sebuah gedung serbaguna akhirnya bisa berdiri. Itulah mengapa disebut Walimari singakatan bebas dari Dua Puluh Lima Sehari. Apakah kini hal seperti itu bisa kita lakukan ? Bukan untuk membangun gedung yang megah tapi untuk menjadikan negeri ini kembali menjadi hijau dan indah.


Indahnya negeri ini menjadikan negeri ini menjadi tujuan wisata bukan hanya bagi kita wisatawan domestik tapi juga wisatawan dari mancanegara. Mungkin kita juga bisa memulai sejenis program Walimari dari tempat-tempat wisata ini. Mungkin pemerintah bisa menghimbau kepada pengelola obyek wisata untuk bisa menyisihkan sebagian hasil dari penjualan tiket masuknya secara konsisten dan berkesinambungan untuk kemudian dikumpulkan demi tujuan mulia menghijaukan negeri ini.

Jika pengelola tidak ingin berkurang keuntungannya dari penjualan tiket pengunjung, maka naikkanlah harga tiket masuk obyek wisata tersebut seribu atau beberapa ribu rupiah untuk “ Program Walimari “ tersebut. Walaupun akan lebih baik jika tidak menaikkannya. Yakinlah pengunjung tidak akan keberatan sedikitpun jika memang uang hasil dari program tersebut dipergunakan dengan sebagaimana mestinya, bertanggungjawab, dan transparan.

Coba dihitung berapa jumlah pengunjung Ancol setiap tahunnya ? Berapa jumlah pengunjung wahana-wahana rekreasi kebanggaan Ancol seperti Dunia Fantasi ( Dufan ), Atlantis, Gelanggang Samudera, Sea World dan juga Padang Golf Ancol ? Mungkin jika Ancol mau berbagi dengan menyisihkan beberapa ratus rupiah atau beberapa ribu rupiah dari setiap penjualan tiket masuknya, dalam lima atau sepuluh tahun yang akan datang Ancol bisa membuat sebuah kawasan hutan terpadu. Tentu bukan ditempat sekarang ini tapi mungkin lebih kearah selatan atau timur Kota Jakarta, mungkin bisa mulai di daerah yang mulai gundul di area sekitar Bopuncur ( Bogor, Puncak, Cianjur ) atau Purbaleunyi ( Purwakarta, Bandung, Cileunyi ) atau mungkin di wilayah Indonesia bagian Timur. Kedepannya bukan hanya hutan tersebut yang bisa “menjaga” Jakarta kelak, tapi juga berfungsi sebagai hutan wisata seperti halnya Black Forest di Jerman sana.


Apalagi jika Ancol bisa membuat “ Celengan Hijau “, ya semacam celengan yang ditempatkan diberbagai sudut area wisata Ancol. Dimana setiap pengunjung yang tergerak hatinya bisa menyisihkan uang “ sisa jajannya “ untuk mendukung gerakan hijau negeri ini. Bukan hanya orang dewasa dan orang tua tapi juga anak-anak kecil secara tidak langsung dididik untuk menabung demi masa depan hutan dan alam Indonesia tercinta kita.

Bisakah kedepannya Ancol membangun sebuah kawasan hutan wisata yang manfaatnya dirasakan oleh banyak orang? Dengan niat yang ikhlas, tekad yang kuat dan kerjasama dari semua pihak semua itu pasti bisa terwujud. Kita bisa menyebutnya nanti Ancol Green Forest, sebuah kawasan wisata moderen yang lebih bersahabat dengan alam. Mungkin nantinya bisa menjadi pengganti Ancol saat ini (jika nantinya lenyap tapi mudah-mudahan jangan sampai terjadi ) atau bisa juga menjadi “ Ancol Kedua “ dengan rasa dan semangat baru.


Dengan rasa nasionalisme dan rasa kebersamaan kita sebagai warga negara Indonesia, kita bisa mewujudkan cita-cita tersebut. Apakah lima atau sepuluh tahun lagi cita-cita itu akan terwujud ataukah sama sekali takkan pernah terwujud ? Semuanya tergantung rasa nasionalisme dan patriotisme kita saat ini. Kini bukan saatnya kita untuk hanya berfikir “ kreatif “ tapi saatnya bertindak “ kreatif ”.

Mari Wujudkan Kembali Hutan Indonesia Menjadi Hijau, Indah Dan Unik. Go Ancol! Go Indonesia! Go Green!


(Asdansbacktonature)


Keterangan Sumber Gambar, :

  1. http://www.budpar.go.id
  2. Sunrise At Pananjakan ( My Collections )
  3. http://www.wwf.org
  4. http://www.ancol.com
  5. http://maps.google.com
  6. Koin 25 ( My Collections )
  7. http://www.beritajakarta.com
  8. http://uiop.net
  9. http://www.greenpeace.org


Kumpul Blogger Disini Tempatnya










Jika Anda Merasa Artikel Ini Menarik Dan Bermanfaat Masukan Alamat Email Anda Disini Untuk Berlangganan Melalui Email Secara GRATIS.

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Tulisan Lain Yang Relevan Dengan Posting Ini :

Walimari

Wedding Green Party

Jadikan Hutan Indonesia Hijau Dan Unik

Baca Selengkapnya..

Sabtu, Oktober 17, 2009

Jangan Menaruh Telurmu Dalam Satu Keranjang

Hidup ini memang penuh dengan misteri. Kita takkan pernah tahu apa yang akan terjadi diwaktu yang akan datang. Kita hanya bisa berencana dan hanya bisa memprediksikannya saja. Rencana ataupun prediksi yang kita buat tentunya untuk antisipasi langkah kita kedepannya.

Ada dua peristiwa yang akan selalu kuingat tentang Mangga Dua Squere. Pertama adalah ketika dompetku dan segala isinya yang “ hilang” kembali dengan utuh. Ketika itu sepulang nonton film di Surya Theater Mangga Dua Squere aku makan di kawasan pecinan Mall tersebut. Tak berapa lama setelah memesan, minuman pun datang. Ketika asyik menikmatinya kuraba-raba saku celanaku ternyata dompetku tidak ada. Berusaha tenang adalah langkah pertamaku, kuingat-ingat kapan terakhir aku memegangnya. Kuteringat terakhir aku memegangnya ketika membayar karcis bioskop.

Aku berkesimpulan dompet tersebut, jatuh atau tertinggal di dalam bioskop. Untung aku punya nomor telepon Surya Theater, langsung kutelepon dan menanyakan apakah menemukan dompet yang jatuh atau tertinggal tersebut. Alhamdulillaah ada dan dompet tersebut akhirnya kembali ketanganku tanpa sedikitpun berkurang isinya. Terima kasihku untuk seluruh management Surya Theater khususnya untuk Divisi Kebersihan yang menemukannya dan Divisi Security yang menjaganya.

Peristiwa yang Kedua terjadi pada hari Rabu tanggal 6 Oktober yang lalu, satu lagi hari yang tidak akan pernah aku lupakan. Hari dimana aku seperti kehilangan segalanya. Bukan hanya kehilangan barang tapi juga data-data penting hasil pekerjaanku bertahun-tahun. Sepertinya hari itu aku berada di Tempat Dan Waktu Yang Salah.

Lebih dari dua tahun aku pergi ke tempat tersebut setiap minggunya untuk urusan pekerjaan. Namun selama itu tak pernah ada kejadian yang membuatku begitu kehilangan. Biasanya memang aku parkir di lantai P 5B, lantai dimana lobby Novotel Mangga Dua Squere pertama kali berada. Hari itu rencana memang hanya sebentar saja singgah di tempat tersebut untuk selanjutnya pergi ke kota Bogor.

Tidak biasanya aku parkirkan kendaraanku di lantai P3. Lantai yang mungkin takkan pernah aku lupakan, lantai dimana “ musibah “ itu berawal. Ku parkirkan kendaraanku tak jauh dari pintu masuk Mall dan hanya terhalang tujuh mobil dari meja pos security di lantai tersebut. Sekembalinya dari ATM yang berada satu lantai dibawahnya aku kembali untuk mengambil barang yang tertinggal di dalam mobil. Ketika itu tak terbersit akan terjadi sesuatu. Aku kembali masuk Mall untuk makan siang dan sholat.

Setelah itu sekalian berkeliling untuk membeli Charger laptopku yang kemarin putus kabelnya. Sebelumnya memang pernah terjadi hal seperti itu dan biasanya hanya dibuka dan disambungkan kembali kabel yang terputus tersebut. Tapi mengapa sejak pagi sampai siang berkali-kali charger tersebut ketika akan dipakai tetap mati dan tidak kembali normal padahal sudah direparasi dan fix seperti sebelumnya. Sampai kejadian tak terbersit firasat apapun dibenakku.

Ketika menemukan charger yang dimaksud, merk Sony ( maaf bukan promosi ) ukuran 6 V 4 A dan sudah deal dengan harganya aku menuju P3 untuk mengambil laptopku untuk dites apakah chargernya berfungsi atau tidak. Namun....... ketika kaki ini melangkah keluar dari pintu tengah Mall P3 aku melihat kaca jendela belakang kendaraanku sebelah kanan pecah. Ku bergegas menghampirinya dan langsung terbersit di benakku laptopku hilang. Ternyata bukan hanya firasat tapi memang kejadian yang riil, tas laptopku ternyata sudah hilang beserta seluruh isinya. Motifnya sepertinya dengan melihat-lihat kedalam mobil yang diparkir, dan jika ada target barang berharga didalammya diwaktu yang dirasa tepat mereka akan mengambilnya walau itu dengan memecahkan kaca jendela mobil target.

Barang-barang milikku yang hilang berserta tas nya adalah, :

  1. Laptop Sony Vaio 10” warna silver, prosessor Inter Centrino, RAM 512 ( sudah jadul sih tapi lumayan masih jagjag keneh).

  2. HDD ext. Maxtor Basic 250 G.

  3. Modem PCMCIA 3G XL.

  4. Flash Disk Toshiba 2G.

  5. Flash Disk HP 4G.

  6. Charger, Kabel Data dan Earphone handphone Samsung G600.

  7. CD Tutorial Joomla dan Photoshop.

  8. 2 Tabloid PCPlus satu terbaru yang belum sempat dibaca dan satu lagi edisi lama dengan headline Back Up.

  9. Beberapa Memory Card berserta kabel dan Readernya.

  10. ID Card kerjaku.

  11. Dll.

Sepertinya aku tak bisa menyalahkan pihak pengelola parkir atau petugas security karena aku pikir itu semua itu terjadi karena kecerobohanku dan mungkin memang sudah waktunya harus terjadi. Kaca jendela mobil yang pecah gak jadi masalah karena dua hari sesudahnya langsung diganti pihak asuransi. Tapi barang-barangku yang hilang kecil kemungkinan untuk kembali, walau kuberharap data yang ada didalammya bisa kembali dan tidak jatuh ketangan orang yang salah.


Jangan Menaruh Telurmu Dalam Satu Keranjang


Jadi ingat peristiwa Bank Century beberapa waktu yang lalu, dimana para nasabah begitu bingung dan panik ketika uang yang disimpanyang di Bank tersebut terancam hilang. Mungkin diantara mereka ada yang menyimpan hampir seluruh uangnya di Bank tersebut. Tak heran ketika Bank Century bermasalah mereka pun ikut resah. Semoga kasusnya bisa selesai dengan tuntas agar nasabah tidak dirugikan dan uang negara sebesar 6,7 triliun pun bisa terselamatkan dan bisa dipergunakan dengan sebagaimana mestinya untuk kepentingan rakyat.

Ketika itu ada pengamat ekomoni mengatakan bahwa “ Dikalangan para pengusaha ada peraturan tidak tertulis yang menegaskan bahwa “ Jangan Pernah Menaruh Telurmu Dalam Satu Keranjang “. Maksudnya adalah “ Jangan pernah menyimpan seluruh aset atau harta kita dalam satu tempat yang sama. Simpanlah di beberapa tempat agar ketika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan sebagian aset kita bisa terselamatkan.

Ke..ke..ke... naon hubunganna ieu teh jeung tulisan ieu ? Aku baru tersadar ketika semua peristiwa yang menimpaku satu minggu yang lalu terjadi. Pendapat pakar ekonomi tersebut ternyata bukan hanya berlaku di kalangan ekonomi dan bisnis saja, dikalangan dunia IT pun pepatah tersebut masih sangat relevan.

Aku memang sempat melakukan backup pekerjaan kantorku. Aku membackupnya bukan hanya di memory card, flash disk tapi juga di hardisk eksternal. Anu jadi masalah kunaon saya teh naro semuanya dalam satu tas.... betapa bodohnya aku. Tas hilang, semua barang yang ada didalamnya termasuk semua data pekerjaanku di kantor. Kini sepertinya aku harus mulai menjalankan pepatah tentang Telur dan Keranjang diatas.

Pesanku untuk rekan netter, mulai sekarang lakukanlah apa yang pepatah katakan diatas Back up lah semua data yang penting yang kamu punya dan simpanlah di beberapa tempat terpisah termasuk di penyedia layanan penyimpanan data online di internet. Kedua jangan pernah meninggalkan barang berharga di dalam kendaraan yang diparkir di tempat umum. Terakhir titipkankah kendaraan kamu kepada petugas parkir atau security ditempat dimana mobil kamu diparkir agar kendaraan kamu bisa lebih aman.

Harapanku kini semoga rekan-rekan netter bisa membantu mencari dan menemukannya serta semoga bisa mengembalikan sebagian milikku ( baca; dataku ) yang hilang. Terima kasih kuucapkan sebelumnya semoga apa yang dilakukan rekan-rekan netter mendapat balasan yang lebih dari Yang Diatas.


Gambar Diambil Dari, :

www.horsecountrybargainbarn.com

www.yoserizal.com


Asdansbacktonature

Bookmark and Share

Kumpul Blogger Ya Disini Tempatnya

Buatlah Mesin Uang Anda Disini



Jika Anda Merasa Artikel Ini Menarik Dan Bermanfaat Masukan Alamat Email Anda Disini Untuk Berlangganan Melalui Email Secara GRATIS.

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Tulisan Lain Yang Relevan Dengan Posting ini :

Antara Usia, Hikmah Dan Pelajaran

RSS Feed For Me

YM Status On Blog

Baca Selengkapnya..

Rabu, Mei 27, 2009

Balad Kuring For The Universe

Alhamdulillaah akhirnya lahir juga wadah untuk masyarakat Jawa Barat khususnya dan Indonesia Umumnya untuk lebih peduli terhadap alam. Sekecil apapun tindakan kita untuk lebih bersahabat dengan alam akan sangat berarti bagi generasi yang akan datang. Siapa tahu suatu hari nanti Balad Kuring bukan hanya “ Baladnya “ urang Jawa Barat saja, tapi juga “ Baladnya “ seluruh masyarakat Indonesia dan juga Baladnya warga dunia. Bukan tidak mungkin gebrakan Balad Kuring bisa menyamai gerakan-gerakan sejenis seperti Green Peace.

Kita berharap gerakan ini bukan gerakan yang hanya sesaat, tapi gerakan yang terus berkesinambungan. Siapapun Pemimpin yang memimpin masyarakat Jawa Barat harus punya kepedulian dan dukungan moril ( mun bisa dukungan materiil oge ) terhadap Balad Kuring. Semoga gerakan ini menjadi awal dari kebangkitan masyarakat Jawa Barat untuk berperan serta lebih aktif dalam penyelamatan Bumi ini.

Coba rek saha deui mun lain urang- anu bisa nyalametkeun lingkungan urang ? leuweung, susukan jeung laut oge bumi urang ? Anu pasti mah Balad Kuring bukan hanya Gerakan untuk masyarakat Jawa Barat saja, tapi juga untuk Indonesia yang kita cintai ini. Bahkan Balad Kuring nantinya bukan hanya “ Balad Kuring For The Earth “ tapi “ Balad Kuring For The Universe “. Ngimpi meureun..? Ah lain ngimpi ieu mah tapi cita-cita anu Insya Allah bisa tercapai jika semua pihak bertekad untuk mewujudkannya.

Ieu mah mung sakadar usul wungkul buat Balad Kuring ( sebelumnya baca yang ini dulu), sudah bacanya ? tah…kieu, :

1. Perjuangkan dan wujudkan agar Pendidikan Lingkungan Hidup masuk dalam kurikulum tetap di semua tingkat pendidikan, mulai dari Taman Kanak-kanak sampai Perguruan Tinggi. Agar di benak generasi kita tertanam kuat sikap untuk lebih bersahabat dengan alam.

2. Kira2 bisa teu nya semua siswa yang ada di Jawa Barat ini menyisihkan sebagian uang jajannya untuk mendukung gerakan Balad Kuring ini. Namun gerakan ini harus dikoordinir dengan baik oleh pihak sekolah untuk selanjutnya setiap seminggu sekali setorkan ke Rekening Balad Kuring di Bank. Nanging tong poho cantumkeun nama pengirim, misalna TK Buah Hati, SD Negeri Sutawangi II Jatiwangi, SMP N I Jatiwangi dsb. Semangat seperti
Walimari ( Dua Lima Sehari ) sepertinya bisa juga dijadikan contoh. Bagi setiap siswa di wajibkan untuk menyisihkan uang dengan nominal tertentu dan konsisten setiap harinya. Contoh… siswa TK Rp. 25,00 ( Dua Puluh Lima Rupiah Sehari ), Siswa SD Rp. 50,00 ( Lima Puluh Rupiah Sehari ), Siswa SMP Rp. 100,00 ( Seratus Rupiah Sehari ), Siawa SMU Rp.500,00 ( Lima ratus Rupiah Sehari ), Mahasiswa Perguruan Tinggi Rp.1000,00 ( Seribu Rupiah Sehari ).

3. Kalangan Perkerja pun seharusnya juga ikut berpartisipasi dengan menyisihkan sebagian penghasilannya untuk gerakan balad Kuring ini. Pihak Perusahaan yang seharusnya mengkoordinirnya, tentunya bekerjasama dengan wakil-wakil dari pihak pekerja. Cik… coba itung aya sabaraha pekerja atawa buruh di Jawa Barat ieu ? kalikeun sekian rupiah sapoe, mun sabulan atawa sataun apan gede oge jumlahna. Ibaratna lamun kalangan buruh menuntut kenaikan gaji untuk berpartisipasi dalam gerakan Balad Kuring , pihak perusahaan sudah sepantasnya mengabulkannya. Tong limbah jeung polusi wungkul anu dibikeun ku manehna ka urang.

4. Kang Dede… sebaiknya mah gerakan sejenis Walimari teh di mimitian ku para Pegawai Negeri Sipil ( PNS ) di Jawa Barat ieu biar menjadi contoh yang baik untuk kalangan lainnya.

5. Rekening yang dibuat di Bank sebagai tabungan Balad Kuring untuk dunia dilaporkan secara transparan dan berkala baik melalui media cetak atau surat ( kertasna mun bisa kertas hasil daur ulang ) atau melalui media elektronik dan internet . Dana yang ada di bank tentunya hanya bisa dikeluarkan oleh orang-orang yang ditunjuk ( tidak satu orang tentunya ). Misalna dana yang dikeluarkan harus disetujui dan ditandatangani oleh Bapak Gubernur, Wakil Gubernur dan Ketua DPRD Propinsi Jawa Barat.

6. Bank yang ditunjuk misalna Bank Jabar ( Bankna urang Jawa Barat kan ? ), mungkin bisa mengeluarkan semacam kartu ATM yang berfungsi sebagai kartu tabungan di Bank Jabar juga sebagai kartu anggota dari Balad Kuring. Bisa berfungsi oge sebagai “ KTP “ na urang Jawa Barat. Sabaraha sih biaya pembuatan kartu ATM ? moal sabaraha kan bila dibandingkan dengan dana yang masuk dari Program Balad Kuring. Komo mun Bank Jabar bekerja sama dengan Kantor Pos seperti program Share nya Bank Muamalat atau dengan sekolah dan perusahaan , efek dominonya itu yang mungkin jauh lebih besar . Wuih… beuki maju kan Bank na Urang Jabar ?

7. Bagaimana jika dibuat semacam “ Celengan “ berukuran besar di tempat-tempat umum ( Mall, Restaurant, Tempat Rekreasi, Rumah Sakit, Hotel , Tempat Ibadah atau tempat lainnya ). Celengan itu berfungsi sebagai tabungan dan dibuka oleh kita bersama kemudian di setorkan ke Bank yang ditunjuk . Bisa teu nya celengan itu menjadi semacam ‘ Ikon “ nya masyarakat Jawa Barat untuk pelestarian alam.

8. Terus anu paling pentingna mah semua yang terlibat harus menjadi pengawas, agar dana yang terkumpul benar-benar terpakai hanya untuk tujuan awal, yaitu menjadikan negeri ini lebih hijau dan asri. Dana yang ada juga sebaiknya di audit oleh Akuntan Publik yang Independen dan Profesional dalam kerjanya. ( Aya teu nya Akuntan Publik anu bisa gratis alias teu dibayar ? ).

9. Sanksi bagi mereka yang menyelewengkan dana yang ada adalah dihukum seberat-beratnya dan diharuskan meminta maaf kepada seluruh masyarakat Jawa Barat Khususnya, dunia umumnya baik melalui media cetak, media elektronik juga internet.

Tah..kitu usul ti simkuring mugi aya mangfaatna kangge urang sadaya. Hidup Balad Kuring! Go Green Jabar !

Gambar Diambil Dari :
http://www.baladkuring.org/


Asdansbacktonature

Bookmark and Share
Kumpul Blogger Ya Disini Tempatnya

Buatlah Mesin Uang Anda Disini


Jika Anda Merasa Artikel Ini Menarik Dan Bermanfaat Masukan Alamat Email Anda Disini Untuk Berlangganan Melalui Email Secara GRATIS.


Enter your email address:



Delivered by FeedBurner

Tulisan Lain Yang Relevan Dengan Posting ini :

Baca Selengkapnya..