Kamis, April 26, 2018

Sigori Part 2

Assalaamu’alaikum wr.wb

Lama Hiatus dan tak posting di blog ini, kini cuma sekedar share ide semoga bermanfaat bagi yang membacanya.......

........Tak terasa geuning sudah hampir sepuluh tahun atau tepatnya 9 tahun lebih ide ini tercetus. Mungkin jika ide itu terlaksana tempo hari kini akan lain ceritanya. Semoga setelah ide ini muncul kembali cita-cita yang dulu diharapkan akan akan segera terwujud.

Ide ini mungkin sangat situasional tergantung moment yang pas pada saat itu. Kini ide tentang Sigori dan Walimari sepertinya harus benar-benar kita laksanakan secepat mungkin. Apa sih Sigori dan Walimari itu..? bagi yang belum mengetahuinya ada baiknya kenalan terlebih dulu apa itu keduanya. Sebelum melanjutkan baca ide ini, silahkan baca terlebih dahulu sekilas tentang Walimari disini https://bit.ly/2HQ2bEh dan dan Sigori disini https://bit.ly/2JtlQa7. Buka wae link tadi pake browser chrome atau sejenisna dina hape, atau pake laptop atau pc juga gak dilarang..

Sudah dibaca belum linknya..? Tah mun sudah dibaca sudah paham meureun nya apa itu Walimari dan Sigori..? soklah ayeuna mah urang sesuaikeun dengan situasi dan kondisi ayeuna. Kalo dulu mah Sigori teh Sisihkan Gope Sehari, atuh ayeuna mah tong gope atuh.. kumaha lamun Sisihkan Goceng alias Lima Ribu Rupiah Sehari..? Atuh da uang segitu mah gak seberapa atuh, tapi jika kita semua konsisten melaksanakannya InsyaAllah tujuan yang lebih mulia akan segera tercapai. Namun jika bagi sebagian orang dirasa terlalu berat ya tinggal disesuaikan saja, dan jika bagi sebagian orang jumlah segitu mah Cincai lah.. gak seberapa.. ya atuh sok jangan goceng sehari, tapi mungkin bisa lebih.. ceban, noban atau goban sugan..

Coba kita itung-itungan yuk..?

Sehari lima rebu perak… dikali jumlah karyawan termasuk dokter-dokter, dosen mahasiswa dan eks karyawan holistic.. taro jumlah kecilnya saja 250 orang.. ( jumlah real na mah bisa lebih dari 300 orang). Sok urang kutrat kotret yuk…

Rp.5.000,00 X 250 = Rp. 1.250.000,00 ( Sehari )

Rp. 1.250.000,00 X 30 = Rp. 37.500.000,00 ( Sebulan )

Rp. 37.500.000,00 X 12 = Rp. 450.500.000,00 ( Setahun)

Tuh.. kan teu karasa setahun sudah segitu jumlahna. Biar gak kerasa mah atuh potong langsung tina gaji kumaha..? Cobaan we sataun hela.. itung-itung nabung, da nabung mah apan lebih baik di awal jangan nunggu nanti sisa gaji. InsyaAllah jika kita wafat itu bisa diwariskan ke anak cucu kita, atau mau diwakafkan sebagai bekal amal jariah kita juga silahkan..

Itu tadi mun 250 orang yang berpartisipasi.. Komo lamun ngikuti jumlah anu sabenerna, taro jumlahna 300 orang yg ikutan.. meureun jumlahna bisa sakieu..

Rp.5.000,00 X 300 = Rp. 1.500.000,00 ( Sehari )

Rp. 1.500.000,00 X 30 = Rp. 45.000.000,00 ( Sebulan )

Rp. 45.000.000,00 X 12 = Rp. 540.000.000,00 ( Setahun)

Dan jumah tersebut akan bertambah jauh lebih banyak tatkala ada orang2 yang menyisihkan lebih dari lima ribu perak sehari. ya.. mungkin bisa bagi para manager, dokter dan dosen mah..

Cik.. sudah mulai terbuka pikirannya..? Disaat sekarang ini perekonomian dikuasai oleh non Muslim, sok atuh kita sebagai umat islam tong jadi penonton dan konsumen wungkul.. hayu atauh bergerak dan berperan lebih dalam menggerakkan ekonomi umat. Sugan gak nyampe setahun kita sudah punya komunitas dengan gerai minimarket dan atau unit usaha lainnya.

Kini sudah mulai banyak dirintis gerai-gerai atau minimarket 212 yang di gagas oleh para alumni 212. Bukan hanya minimarket yang dirintis tapi juga unit-unit usaha lain seperti properti dll. Cik saha yang sudah menjadi anggotanya dan menanamkan sahamnya disana..? Disaat kita tidak sayang ketika mengeluarkan uang untuk memenuhi dan mengikuti gaya hidup kita, mulai dari fashion, perawatan tubuh, gadget ataupun hobi-hobi kita yg mahal, tapi disisi lain kita sangat perhitungan sekali untuk mengeluarkan uang untuk berpartisipasi dalam kegiatan sosial dan keagamaan.

Untuk menjadi anggota Koperasi 212 Pusat biayanya Rp.382.000,00 dan utk Komunitas Koperasi di masing2 wilayah Rp. 118.000,00 (sugan di lingkungan holistic bisa terwujud). Total untuk Iuran Pokok dan wajibnya di tahun pertama, per orang dikenakan biaya Rp. 500.000,00 . Untuk simpanan wajib KS 212 Pusat Rp.10.000,00/bulan dan untuk KS 212 Komunitas di wilayah masing2 Rp.5.000,00/bulan. (contohnya KS Amanah Umat Muttaqin di Purwakarta). Untuk saham minimarket misalnya per lembar sahan ada yang seharga lima ratus ribu rupiah ada juga yang 1 juta rupiah per lembarnya. Namun per orangnya dibatasi hanya bisa memiliki saham senilai Dua puluh Lima Juta Rupiah saja, tujuannya salah satunya yaitu agar tidak terjadinya monopoli. (CMIIW).

Sok mangga saya mah mung melontarkan ide, sugan sareng sugan we rerencangan sadaya tiasa babarengan mewujudkannya. Hayu mulai ti diri urang, mulai ti hal anu alit jeung mulai ti ayeuna tong di engke2. Mulai dari diri kita dan jangan menunggu orang lain, Mulai dari hal yang kecil seperti lima ribu rupiah sehari dan Mulai saat ini juga jangan dinanti-nanti sebelum kita semakin tengelam dan menjadi konsumen sejati. Kini saatnya kita mulai bergerak, sok wujudkan komunitas di wilayah masing2. Bisa dilingkungan RT atau RW kita, di lingkungan sekolah kita, bisa juga di lingkungan tempat kerja kita dan masih banyak lagi tempat jika kita benar-benar bersungguh-sunguh untuk mewujudkannya. Semagat Sigori atau apapun namanya bisa kita terapkan untuk hal apa saja, yang penting berguna dan bermanfaat bukan hanya untuk kita dan umat islam tapi juga untuk anak cucu kita dan generasi yang akan datang..

Mohon maaf bila tulisan ini tidak sesuai dengan EYD, tak lain dan tak bukan agar bisa lebih dekat dengan yang membacanya dan semoga bisa tersampaikan maksud dan tujuannya. Sok manga tulisan ieu bilih bade diedit teras di share di medsos oge, agar bukan hanya kita yang bisa mewujudkan cita-cita tersebut tapi juga mungkin lebih banyak orang. Bismillaahirrohmaannirrohiim… Ya Allah semoga langkah kecil ini bisa membuat Muslim lainnya untuk ikut melangkah dan bergerak demi cita-cita kami menjadi Ummat yang “ Rahmatan Lil ‘Aalamiin...”


* Sumber foto : www.vebma.com





Baca Selengkapnya..

Jumat, Februari 14, 2014

Forest For The Next Generation


Enam puluh sembilan tahun negeri ini telah merdeka namun ternyata penjajah ini belumlah semuanya pergi. Musuh bangsa ini kini bukan berasal dari negeri yang jauh tapi ternyata berasal dari dalam negeri ini sendiri. Musuh dalam selimut yang jauh lebih berbahaya yang harus kita hadapi bersama.  Musuh yang semena-mena membabat hutan kita tanpa peduli akan kerusakannya. Sudahkah kita mengenali musuh dalam selimut negeri ini ? Ataukah kita sendiri yang memang selama ini berperan menjadi mereka ?

Pelestarian lingkungan adalah tanggung jawab kita semua. Bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi juga tanggung jawab seluruh lapisan masyarakat. mulai dari anak-anak sampai orang tua, mulai dari pedagang kecil sampai pengusaha besar, mulai dari mereka yang tidak mampu sampai mereka yang hidup berkecukupan. pokoknya mah tidak peduli apakah itu pria atau wanita, karyawan, PNS bahkan pekerja seni semuanya harus punya kepedulian terhadap lingkungan disekitarnya. Siapa lagi yang bisa menjaga bumi kita tetap hijau selain kita sendiri. Yuk Protect Paradise kita sekarang juga !


Bagaimana Caranya ?

Caranya antara lain adalah dengan menolak segala menu makanan, obat-obatan, maupun perhiasan yang bahannya berasal dari spesies terancam, seperti ikan hiu, harimau, badak, kura-kura, penyu dan ikan-ikan langka. Kita juga bisa membantu konservasi dengan tidak membeli atau memelihara hewan-hewan dan tanaman yang dilindungi, serta mengurangi penggunaan bahan-bahan polutan seperti pestisida dan lainnya. Go Organik Please…

Cara lain yang lebih efektif adalah dengan menghijaukan kembali hutan tropis kita. Dengan bertambahnya kembali luas hutan hujan kita maka berbagai spesies yang hidup didalamnya pun akan ikut lestari. Sebenarnya ada banyak cara untuk menghidupkan kembali hutan hujan kita dan menjadikannya paru-paru dunia yang lebih sehat. Selamatkan Hutan Selamatkan Indonesia!

Diantara berbagai cara untuk menghijaukan kembali hutan kita, mungkin cara seperti ini sepertinya bisa dipertimbangkan oleh semua pihak.

  1. Bisakah Semangat Walimari Dihidupkan Kembali Untuk Menggapai Impian Bangsa Ini ? Bisa tidak ya kita sebagai warga Negara yang baik menyisihkan sebagian rezeki kita secara rutin dan konsisten untuk menjadikan lingkungan kita menjadi lebih hijau untuk generasi kini terlebih untuk generasi yang akan datang ? 
  1. Apapun kegiatan kita yang berhubungan dengan karcis atau tiket seperti pertandingan sepak bola (Soccer For Life), konser musik, berbagai transportasi sebaiknya tambahkan atau sisihkan sebesar seribu atau dua ribu rupiah untuk tabungan bangsa ini demi menghijaukan kembali hutan di negeri ini.
  1. Bagi mereka yang belum menikah sepertinya perlu dipikirkan untuk menjadikan pestanya dengan tema yang Back To Nature dengan Wedding Green Party. Jadikan pesta kita bagian dari Program Penghijauan Kembali Hutan Hujan kita.

  1. Berapa jumlah rupiah atau dollar yang didapat jika setiap blogger menyisihkan sebagian kecil penghasilannya untuk Program Penyelamatan Bumi ? Berapa juta pohon yang bisa ditanam ? Berapa juta hektar lahan gundul bisa dikribokan kembali ? Ayo Blogging For The Earth 
     5.  Sekedar himbauan bagi mereka yang mempunyai hak pilih, dan akan mempergunakannya, maka pilihlah Wakil Rakyat atau Pemimpin yang bukan hanya sayang kepada rakyatnya, tapi yang lebih penting sayang kepada negerinya. Pilihlah Wakil atau Pemimpin kita yang bukan hanya peduli terhadap rakyatnya, tapi juga yang peduli terhadap alam sekitarnya. Pilihlah Pemimpin yang berwawasan lingkungan yang akan menjadikan negeri ini menjadi lebih berguna bagi dunia.

Bisakah kita menjadikan hutan di Indonesia khususnya dan dunia umumnya menjadi lebih Hijau, Indah dan Unik ? Mungkinkah misi ini berhasil ? mari saatnya kini kita berbuat untuk lebih bersahabat dengan alam. Jadikan misi ini menjadi misi yang mungkin terlaksana ( Mission Possible ) dan bukan misi yang tidak mungkin terlaksana ( Mission Impossible ).

Sekaranglah saatnya untuk kita lebih peduli terhadap alam disekitar kita dan  lebih bersinergi dengannya. Negeri ini bukanlah warisan dari nenek moyang kita, tapi merupakan titipan anak cucu kita. Titipan yang harus selalu kita jaga dengan jiwa dan raga sampai akhir hayat kita. Janganlah kita menyia-nyiakan hidup kita dengan tidak menjaga amanah anak cucu kita tersebut.


Mari mulai saat ini kita bersatu padu, dengan semangat baru kita bergandeng tangan bersama menyelamatkan negeri ini dari kehancuran. Jadilah bagian dari Greenerations, Generasi yang semakin peduli agar negeri ini semakin hijau. Sekecil apapun tindakan kita untuk lebih bersahabat dengan alam akan sangat berarti bagi generasi yang akan datang. Lakukan apapun yang kita bisa untuk menjadikan negeri ini kembali menjadi hijau dan indah agar merdunya alunan suara desiran angin, kicau burung dan gemericik air kembali memanjakan telinga kita.

 Asdansbacktonature

Sumber Foto :
1. Hutan Gunung Walat (My Collections)
2. www.greenpeace.org
3. www.wwf.org
4. Penanjakan (My Collections)

Kumpul Blogger ya Disini Tempatnya

Ciptakan Mesin Uang Anda Disini


Jika Anda Merasa Artikel Ini Menarik Dan Bermanfaat Masukan Alamat Email Anda Disini Untuk Berlangganan Melalui Email Secara GRATIS.
Enter your email address:


Delivered by FeedBurner
Tulisan Lain Yang Relevan Dengan Posting Ini :

Baca Selengkapnya..

Kamis, Oktober 31, 2013

Greenerations


Dahulu negeri ini dijajah dan diperbudak oleh bangsa lain. Kekayaan negeri ini mereka ambil dengan menyisakan kemiskinan dan kebodohan. Syukur Alhamdulilaah dengan semangat  nasionalisme para pendahulu kita, mereka bersatu padu untuk mengusir penjajah dari negeri tercinta ini. Berkat Rahmat Tuhan Yang Maha Esa akhirnya negeri ini bisa merdeka, lepas dari belenggu para penjajah.

Enam puluh delapan tahun negeri ini telah merdeka namun ternyata penjajah ini belumlah semuanya pergi. Musuh bangsa ini kini bukan berasal dari negeri yang jauh tapi ternyata berasal dari dalam negeri ini sendiri. Musuh dalam selimut yang jauh lebih berbahaya yang harus kita hadapi bersama. Musuh yang mengambil hak-hak orang kecil di negeri ini. Musuh yang hanya bisa membangun gedung-gedung tinggi tanpa memikirkan alam sekitar.  Musuh yang semena-mena membabat hutan kita tanpa peduli akan kerusakannya. Sudahkah kita mengenali musuh dalam selimut negeri ini ? Ataukah kita sendiri yang memang selama ini berperan menjadi mereka ?

Mahakarya Indonesia

Di beberapa gerai Supermarket di Amerika Serikat kita bisa menemukan jajaran produk-produk makanan yang sehat yang berasal dari negeri ini. Bukan hanya di supermarket tapi di online store yang menjual produk-produk makanan sehat pun produk yang satu ini bisa kita temui.  Produk ini sangat diminati oleh mereka yang ingin tetap sehat namun tetap ingin lebih bersahabat dengan alam. Volcano **** adalah salah satu Mahakarya Indonesia yang mendunia. Produk pangan organic yang satu ini  namanya semakin harum seharum wanginya.

Jenis pangan organik yang satu ini ternyata berasal dari hamparan sawah yang ada di negeri ini.  Tasikmalaya adalah salah satu kabupaten kota di Jawa Barat yang mampu menembus pasar dunia dengan produk pangan organiknya. Beras organic yang dihasilkannya bisa bersaing dengan produk pangan sejenis dari negara lain.


Dahulu kita mungkin masih ingat salah satu acara di televisi yang bernama Dari Desa Ke Desa.  Bung Sambas dengan suaranya yang khas mampu membawakan acaranya dengan baik dan menarik. Penyuluhan pertanian dan keberhasilan para petani dikemas dalam satu acara yang mampu memberikan pencerahan bagi para petani yang lain dan juga kita semua.

Dahulu Program Intensifikasi dan Diversifikasi Pertanian yang di jalankan di negeri ini mampu membuat kita berswasembada pangan. Program Mina Padi yang dijalankan para petani misalnya membuat beras kita pun melimpah dan petani pun semakin sejahtera dengan penghasilan tambahan dari menjual benih ikan yang di pelihara di sawahnya. Namun kini nasib petani semakin tak menentu. Kelangkaan pupuk dan permainan para tengkulak semakin memperburuk semangat para petani kita.


Di negeri ini berbicara tentang sawah dan petani tentu tak lepas dari perbincangan masalah pupuk bersubsidi. Subsidi pupuk adalah subsidi ketiga terbesar yang diberikan pemerintah setelah subsidi minyak dan listrik. Program subsidi pupuk yang diberikan pemerintah sebesar 13,9 triliun untuk  para petani seakan tak mampu untuk menarik hati mereka agar tetap bercocok tanam padi khususnya.  Impor beras pun tak terhindarkan dan hanya segelintir orang yang bisa menikmati keuntungan darinya, sementara para petani kita semakin terjepit nasibnya. Keadaan ini diperparah oleh para oknum yang banyak mengail di air keruh.

Negeri ini orang bilang adalah Zamrud Khatulistiwa, negeri yang subur makmur loh jinawi. Kalau kata Koes Plus sih tongkat kayu dan batu bisa menjadi tanaman. Apapun bisa tumbuh di negeri ini,  ingat..! asal jangan benih korupsi saja yang kita tanam dinegeri ini. Keanekaragaman hayatinya sudah menjadi bagian dari kekayaan hayati dan juga paru-paru dunia .

Jadilah Greenerations

Kini negeri ini sedang menangis, akibat polusi industri dan gas buang kendaraan bermotor membuat pencemaran udara terjadi dimana-mana. Penebangan hutan akibat illegal logging menjadikan kawasan hutan kita semakin sempit. Sementara penurunan permukaan tanah terjadi akibat pembangunan gedung-gedung dan penggunaan air tanah yang berlebihan.

Akankah kelak anak cucu kita nanti masih bisa melihat pantai yang bersih dan indah membiru ? akankah mereka melihat bukit dan gunung yang hijau ? Akankah mereka melihat sungai-sungai yang jernih airnya yang mengairi sawah-sawah hijau mereka ? Dan akankah mereka mendengar merdunya kicauan burung di pagi hari ketika mentari menghangatkan negeri ini ?

Akankah kita bisa melihat lagi hamparan-hamparan permadani hijau sawah kita yang baru ? Ataukah hamparan hijau yang kini ada pun akan perlahan hilang ditelan modernisasi ? Mari kita jaga kelestarian hutan kita, agar ketersediaan air untuk para petani kita bisa terjaga pula. Mari kita dorong pemerintah untuk bisa menjamin dan mengendalikan harga gabah di tingkat petani agar lebih stabil dan terkendali,

Sekaranglah saatnya untuk kita lebih peduli terhadap alam disekitar kita dan  lebih bersinergi dengannya. Negeri ini bukanlah warisan dari nenek moyang kita, tapi merupakan titipan anak cucu kita. Titipan yang harus selalu kita jaga dengan jiwa dan raga sampai akhir hayat kita. Janganlah kita menyia-nyiakan hidup kita dengan tidak menjaga amanah anak cucu kita tersebut

Mari mulai saat ini kita bersatu padu, dengan semangat baru kita bergandeng tangan bersama menyelamatkan negeri ini dari kehancuran. Jadilah bagian dari Greenerations, Generasi yang semakin peduli agar negeri ini semakin hijau. Sekecil apapun tindakan kita untuk lebih bersahabat dengan alam akan sangat berarti bagi generasi yang akan datang. Lakukan apapun yang kita bisa untuk menjadikan negeri ini kembali menjadi hijau dan indah agar merdunya alunan suara desiran angin, kicau burung dan gemericik air kembali memanjakan telinga kita.

Sumber Foto :
1. Simkuring's Collections ( 1,2 & & 4 )
2. www.djisamsoe.com - Adi Wiratmo

Baca Selengkapnya..